Lebih panjang dari cerita Emak….

Dear campers…
Terimakasih.


Sebelum ini, kita hanya bagian kecil dari umat manusia yang tidak mengenal satu sama lain. Tapi, kata orang “hati nurani” lah yang menyatukan kita sekarang, menjadi manusia yang tahu bersyukur dan membuktikan bahwa tidak semua manusia itu jahat.

Melalui kalian, aku jadi percaya bahwa orang-orang baik itu memang ada. Orang-orang yang peduli itu masih berwujud.

Pada awalnya aku juga ragu untuk berinteraksi dengan orang yang pernah mengalami kusta, terlebih tiba-tiba datang kesini, mencoba mengorganisir 22 orang dibawah komando febi, dan mencoba mengatur kalian yang belum aku kenal. Maka, dengan segala keberanian aku mencoba menyayangi kalian, bahkan sebelum aku mengenal kalian. Aku coba susun rangkaian acara bersama rekanku pipit. Aku selalu berusaha mencari saran, dan berdoa semoga kalian dapat menerima apa yang aku coba berikan kepada kalian dan warga donorojo, dengan segala keterbatasanku dan bantuan yang diberikan pipit akhirnya jadilah karya yang sangat sederhana yang mungkin menurut kalian masih sangat banyak terdapat kekurangan disana sini. Kekhawatiran pun bertambah ketika satu persatu calon campers mengundurkan diri dan, aku mendengar beberapa keluhan dibelakang sana.

H-7, H-3, H-1 terus dilalui dengan kekhawatiran, seperti apakah sifat dan karakter si A, si B, si C, dan aku pun minta maaf karena mencari tahu kalian melalui berbagai cara, termasuk mencari tahu melalui media sosial kalian, semua itu aku lakukan hanya demi menyempurnakan apa yang telah aku buat, sembari aku terus berdoa agar kalian mau menerima dan menjalaninya.
Segala senyum dan sapaan yang aku berikan saat pertama kali kita bertemu telah berhasil menyembunyikan kekhawatiran yang berusaha aku simpan.

.

.

.

Perlahan, aku mulai mengenal kalian satu persatu, namun aku juga mau minta maaf apabila dalam perkenalanku kepada kalian terkesan terlalu berlebihan dan terlalu “sok mengenal”, ya sekali lagi karena aku segera ingin mengenal kalian untuk memastikan apakah semuanya akan berjalan lancar atau tidak.
.

.

.

.

Tapi ternyata kekhawatiranku terjawab sudah…
Satu persatu dari kalian menjawabnya, Naya yang banyak memberikan masukan dan kritik yang membangun, serta menjadi teman yang banyak berbagi. Hannah, sedikit banyak telah membantu dalam mengoordinasi berbagai pentas seni bersama timnya, sehingga aku tidak perlu bersusah payah mencoba menkorrdinasi berbagai performance. Risman, dan Tante Santi mau dan tetap teguh menjadi ceng cengan anak anak :D somehow memberikan hiburan ditengah acara makan agar tidak terlalu krik-krik. Riris yang diam, namun ternyata memiliki unsur cabe dibaliknya *piss*. Wara, teman curhat dan teman dalam bernyanyi serta comers fellow yang banyak ngasih alasan kenapa aku harus tertawa hari ini. Fina, yang mau jadi partner bernyanyi dan gak malu duet sama ane yang bersuara hancur ini wkwk. Serta Indra yang terakhir dating tapi ternyata langsung membaur dan bersifat sangat kuli ! wkwk many stories began because of you hehe.

Walaupun banyak perubahan jadwal karena permintaan dari sana sini, akhirnya hampir merubah keseluruhan jadwal yang ada. Namun seperti yang bella dan kelompok 4 katakan bahwa ada yang namanya filosofi batu : “Untuk membangun rumah yang bagus, banyak batu yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain”, seperti itulah apa yang kita rasakan juga teman teman, walaupun jadwal sudah kita susun, namun akan ada tangan-tangan yang akan memindahkan jadwal tersebut ketempat baru, agar menjadi bangunan yang lebih baik daripada hanya sekumpulan batu.

Terimakasih untuk kebersamaanya, terimakasih untuk

“Ja, Sha, Qi banguuun” ,

terimakasih untuk selalu menyanyikan “Baru saja berakhir…”

terimakasih untuk berbagai kenanganya dan mengizinkanku mengenal dan berteman bersama kalian. Maaf untuk tidak memberikan kerja yang baik selama ini, maaf untuk selalu merepotkan, terimakasih untuk kerjasamanya selama ini. Terimakasih untuk mengenalkanku kepada banyak sifat baik yang harus selalu dipelihara. Kenangan bersama 22 orang ini, bersama pak suroso, emak, pak karim, pak jono, mas andreas, deni, rizqia dan seluruh warga desa rehab serta liposos seperti sebuah titik balik untuk mengingatkan kita akan segala hal baik yang kita dapatkan disana.
.

.

.

.

Masih ingatkah hal baik apa yang kalian dapat ?
Semoga apa yang telah kita bangun, berada sebagaimana mestinya sebagai jalan menuju kebaikan.
Dan apa yang telah kita jalin tetap dapat terikat sebagai suatu persaudaraan yang akan mempertemukan kita di tempat yang lebih baik…

Yang kedua, untuk Project Team !
Febiy terimakasih untuk kejutan dan kepercayaan bagi gue buat megang salah satu amanah disini, maaf kalo gue sering ambil keputusan sendiri, sering deadline parah, dan bikin baper, overall terimakasih sudah membawa gue kesini dan nemuin banyak hal, makasih juga udah ngajarin gue banyak hal dan membuat gue somehow belajar buat lebih baik, terimakasih udah jadi pemimpin yang tahu bagaimana menghadapi rekan-rekan yang berbeda-beda sifat termasuk gue yang agak merepotkan ini ! sekali lagi terimakasih ya feb ! semoga Allah membalas kebaikanmu. Yuli ! hey twins ! terimakasih untuk berbagai kemiripanya :D makasih udah ijinin gue gabung di camp ini, terimakasih untuk banyak “kabar” yang kau berikan, hahaha serta banyak tawa dan pelajaran yang kau bagi #eaaasss.

Serta untuk PT Lain beribu rasa terimakasih saya haturkan, naning, untuk belajar komitmen, regsha untuk mengajarkan tahu tempat dan waktu, rifqi, mala dan fitri yang mengajarkan bahwa seringkali diam itu emas, desny juga, terimakasih untuk belajar bagaimana mencairkan suasana !, Fia yang sering denger “Fi ! jangan lupa ya foto pencitraan wkwk” serta mbak iin yang memberi alasan untuk belajar bersikap lebih dewasa :)

Dan terakhir untuk pipit yang selalu menemani, banyak melengkapi kekurangan-kekurangan, dan selalu mengingatkan hal-hal yang seringkali terlupa, well im thank God to have you as a partner, you remind me of things I left and supports me whenever I feeling down !
.

.

.

Terimakasih untuk semua PT atas kerjasama dan rasa cinta yang kalian berikan. Maafkan berbagai kesalahan saya dan terimakasih atas bantuan serta supportnya, serta saya pribadi dan pipit sebagai team event, minta maaf apabila acap kali merepotkan kalian, terimakasih untuk menjadi tim yang luar biasa
.

.

.

Sejauh ini, segala keunikan yang kita miliki ternyata menjadi suatu fragmen yang melengkapi kisah kita di JWC 4 dan menjadikan hal tersebut indah layaknya sebuah pelangi

Dan sebelum diakhiri, sebuah tulisan kecil untuk Kelompok 4 !
Halo kalian ! apa kabar sekarang ?

Ingatkah kalian dengan keywords berikut? : banjir, bubur sumsum, Malam Jumat, Filosofi batu ?

Terimakasih buat pengalamanya mulai dari bikin bubur sumsum yang failed, tapi (semoga) enak dan gak meracuni, terimakasih buat gosipnya dirumah bu tarsih, dirumah bu nur juwariyah, dirumah mas andreas, dirumah mbah tugino, dan dirumah berbagai warga desa rehab, terimakasih untuk menghabiskan waktu berjalan jauh, walau kadang failed karena gak nemuin orangnya, setidaknya, perjalanan jauh itulah yang mengikat kita. Terimakasih untuk makan siangnya, yang tanpa malu malu kita habiskan :D terimakasih untuk muka bingung desny dan atik yang gak paham bahasa jawa hehehe. Terimakasih buat hiburan lagu dangdutnya dhita di jalan wkwk terimakasih belleee seksi dokumentasi fix kelompok 4, terimakasih buat jalan jalan ke sawahnya, terimakasih buat menyediakan waktu aku ajak jalan2 random kemanapun, sampe merayakan ultah mak ti.
.

.

.

.

.

Sebenernya bingung mau mulai dari mana, terlalu lelah buat nyari kategori kelompok ter-apakah kita. Terimakasih untuk dua minggunya, terimakasih buat segala tawanya, aku tahu kita capek, aku tahu dalam hati kita sebenernya ngeluh jalan jauh apalagi cuacanya panas, aku tahu kita capek karena kalo KP selalu dapet cobaan dan tugas, tapi aku bersyukur punya sahabat seperti kalian yang selalu menutup semua rasa lelah dan keluh kesah itu dengan tawa. Bella terimakasih untuk mengajarkan bagaimana aku harus mengambil keputusan, Atik terimakasih untuk memberikan berbagai pencerahan mengenai bagaimana aku harus berfikir dalam bertindak, dhita terimakasih untuk memberikan pendewasaan spiritual atas diriku dengan Tuhan, Desny terimakasih untuk mengajarkan bagaimana bersikap dewasa namun tidak menggurui dan tetap menyenangkan.

Terimakasih untuk banyak nasihat-nasihat kalian di dapur, Terimakasih untuk mau berbagi rasa capek sepanjang jalan basecamp-planggandul, terimakasih untuk banyak memberiku pandangan mengenai bagaimana cara wanita berpikir, terimakasih untuk kebersamaanya. Allah telah memberikan hadiah terindah untukku melalui kalian. Maafkan ane yang gak bisa jadi pemimpin, gak bisa jadi mas yang baik buat kalian, semoga Allah tetap memberikan jalan bagi kita untuk terus bersilaturahmi dan melakukan hal-hal baik seperti yang telah kita lakukan. Terakhir dariku, semoga Allah memberkati kalian semua wahai saudariku….

(SEBUAH EPILOG)

tidak perlu dibaca
Mungkin kalian tidak akan membaca ini, tapi tak apalah biar Allah dan orang-orang yang membacanya yang paham atas perasaanku terhadap kalian.

Teruntuk warga desa rehab, liposos dan pihak rumah sakit…..

.

.

.

Aku rasa, menitikan air mata saja tidak cukup untuk menggambarkan seluruh perasaanku kepada kalian.


Pertama kali aku menginjakan tanah disana, pihak rumah sakit sudah sangat membantu, rumah sakit mana yang rela menjemput orang-orang yang bahkan tidak memiliki ikatan darah maupun pernjanjian bisnis denganya. Bahkan sampai rela menjemput dari jauh, menghabiskan banyak dana, hingga waktu dan tenaga untuk menjemput kami.. Terimakasih atas segala sambutan dan kemeriahanya dalam menyambut kedatangan kami, maafkan kami yang bahkan mengucapkan terimakasih pun sangat jarang.

Warga desa rehab, maafkan kami yang datang ke desa kalian, lalu tiba-tiba masuk, datang bertamu kerumah kalian dan mengusik kenangan yang mungkin sudah kalian pendam. Terimakasih untuk mengizinkan kami merasakan nikmatnya masakan yang kalian sediakan. Terimakasih untuk memperbolehkan kami mengacak-acak keseharian kalian, terimakasih untuk memberikan waktu kalian untuk menghabiskanya bersama kami. Terimakasih telah bersedia mengikuti dengan antusias seluruh acara yang kami coba buat, terimakasih untuk banyak tawa yang kalian berikan, walaupun dengan berjalan jauh, menuju tempat kami melakukan kegiatan, tapi kata kalian itu tidak masalah. Maafkan kami yang selalu merepotkan. Dan kepercayaan yang pemuda berikan kepada kami sungguh suatu penghargaan yang sangat tinggi kepada kami. Semoga apa yang telah kami lakukan, tidak lantas melunturkan kepercayaan kalian kepada kami, terimakasih untuk terus berusaha menjalin silaturahmi dengan kami melalui berbagai macam cara.

Kami heran, apa yang telah kami lakukan sangatlah sederhana, namun kalian berkata itu semua menyenangkan dan sangat berkesan. Jika kalian tahu, mungkin kami merasa bahwa kami hanya memberikan sedikit hal, namun kalian lah yang lebih banyak memberikan kebaikan kepada kami.

Pak Karim, pak Suroso, Emak, Mak Tun, Mak ti, Mak nun, Pak Jono, Mas Afif Cowboy, dan semua warga liposos, selain rasa bersyukur apalagi yang bisa kita haturkan kepadaNya karena telah mengenal kalian.

Pak Karim, terimakasih untuk selalu direpotkan, terimakasih telah dengan sengaja membangun kamar mandi yang dikhususkan kepada kami. Maaf pak, kami mohon maaf, apabila di hari terakhir kami kesana kami tidak menyempatkan diri berpamitan kepada bapak yang bahkan telah menyiapkan sebuah pesta kecil perpisahan kepada kami, walaupun mungkin bapak kecewa dengan sikap kami, tapi bapak tidak marah dan masih mau menyayangi kami. Terimakasih sekali lagi pak.

Pak Suroso,

.

“Kamu juga mau kelapa nak ? tenang bapak ambilkan”,

“Pokoknya sebelum kamu makan disini kamu tidak boleh pulang”,

“Gak usah takut kemalaman, nanti bapak anterin”  

“Gak usah, kamu aja yang makan, bapak udah makan kok tadi”

“Rizqia tolong ambilkan minum”

“Pokoknya bapak tidak merasa direpotkan, kalo kalian gak mau makan justru bapak sedih”

Emak
.

“Kalian sudah emak anggap anak-anak sendiri”

“Mau emak bikini botok ?”

“Besok ya kesini lagi, nanti kita bikin rujak”

“Emak malah sedih kalo kalian gak mau makan”

“Mau makan apa nak, nanti emak masakin”

Seberapa seringkah kalian mendengar kalimat diatas ?

.

.

.

.

Terimakasih Mak, Pak telah menjadi orang tua kami disana,walaupun kadang kami banyak merepotkan, Terimakasih pak untuk terus menyayangi kami. Kami tahu mak dan bapak rindu dan mengutarakanya dengan datang ke basecamp, namun yang ada kami malah hanya memberikan sambutan seadanya bahkan terkesan enggan. Maafkan kami yang nakal ini pak, Melalui kalian berdua kami mendapat pelajaran bahwa kebahagiaan itu tidak bisa diukur dengan harta, serta dalam kesederhanaan pun kita masih bisa berbagi untuk membahagiakan orang lain. Terimakasih untuk mengajari kami dan mendidik kami dengan cara Emak dan Pak Suroso. Semoga Allah selalu memberkati kalian dan membalas kebaikan dari emak dan Pak Suroso kepada kami.

Serta kepada seluruh warga liposos, terimakasih ceritanya, terimakasih telah menjadi rumah kedua dan menjadi tempat dimana kami ingin kembali.

Terlalu panjang mungkin apabila semua cerita kita dituliskan, biarlah apa yang ada, apa yang telah kita lakukan tetap tersimpan diantara kerikil dijalan berbatu yang setiap hari kita lewati. Biarlah dedaunan disana tertuliskan kebaikan dari mereka yang telah diberikan kepada kita.

Pelajaran terakhir yang didapat yang dapat ditulis dalam notes ini adalah :
“Bahwa hal kecil menurut kita, mungkin adalah kebaikan besar bagi sebagian orang”.

Wahai saudaraku teruslah seperti ini, teruslah menjadi bukti bahwa orang baik itu ada dan doaku, semoga Allah selalu bersama kalian

Depok 27 Agustus 2015

12.11 a.m.

Jazzakumullah Khairan

asking a question

this time, asking a question isnt as sincere to ask 1 + 3 =
This time its a question about how to keep istiqamah in the way we want to choose

Older we are, its such a hard to find an answer about the question of life, yet still there is Allah who gonna give me a sincere answer through an experience
now im still waiting for the answer about all of this

And you, you didnt even recognize me that im exist….

Máo Zédõng Sīxiăng (毛泽东思想)
One of Máo Zédõng’s wiseword that interest me is
“yī qióng èr bái (一窮二白)” mean “first poor, secondly empty”
this was his tought in 1949 to China’s condition those time.
I see what was lied behind his word
he saw the...

Máo Zédõng Sīxiăng (毛泽东思想)

One of Máo Zédõng’s wiseword that interest me is

“yī qióng èr bái (一窮二白)” mean “first poor, secondly empty”

this was his tought in 1949 to China’s condition those time.

I see what  was lied behind his word

he saw the positive things form this unfortunate condition of china, he state that poor (poverty) could encourage people to have a willing to change and make a better of them and emptiness is a piece of plain paper, where you could write some beautiful words on it, either draw beautiful pictures to.


From here, Allah taught me that everything has their own unfortunate part, but you could choose would you cry and drown in the sadness, or make those pain as a moment for you to jump high and be better of you !

La tahzan

لو ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﻜﻞ ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﺃﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻭﺡ .…
ﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺗﻄﻠﻊ ﻟﻠﺴﻤﺎﺀ …..
ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﻳﺪﻓﻦ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ!!
Andai penampilan dan fisik lebih penting dari ruh, tentu ruh tidak naik ke langit dan jasad dipendam di dalam tanah.
ﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ
ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ،،،،
ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ
ﻣﻌﺮﻭﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ،،،،
Betapa banyak orang terkenal di bumi namun tidak dikenal di langit. Dan betapa banyak orang tidak dikenal di bumi namun populer di langit.

ﺍﻟﻤﻌﻴﺎﺭ ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻷﻗﻮﻯ
“ ﺇﻥ ﺃﻛﺮﻣﻜﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺗﻘﺎﻛﻢ ”
Ukurannya adalah takwa bukan yang paling kuat. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.”
“ ﻻ ﺗﺤﺰﻥ ﺇﻥ ﺟﻬﻠﻮﺍ ﻗﻴﻤﺘﻚ
ﺍﻟﺘﻔﺖ ﺇﻟﻰ ﻗﻴﻤﺘﻚ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺩَﻉ ﺍﻟﺒﺸﺮ
فلنعش للتقوي خير وابقى ……

Jangan sedih jika mereka tidak tahu kadarmu. Lihatlah pada nilaimu di sisi Allah dan tinggalkan (penilaian) manusia. Hiduplah untuk ketakwaan, itu yang lebih baik dan lebih abadi…

Again, for the last

once again i fall in love with things You dont like, this time was worsen, its not only falling in love alone, yet each other. Im too spoiled begging a sorry, but once again, Oh Allah, strengthen my heart for me to be only “You” as the reasons of everyhting

4 years since I’m in love for a 2nd time in another condition. I’ve ruined everything, sadly I’m trembling whenever her name appeared

more than a brotherhood

I couldn’t remember how it has started.
The things that I’m just remembering right now is our togetherness.

Momentum and walls that we build with some chats in a whole night for some days backward, were strengthened us.

although so many “wcn” have run through us, and all of the weakness that we have, yet so many life lessons I’ve gained, from simple chats, in to serious and highly concentrated chats that you all have talked.

So far I’m regretting to not thankfully for this God’s Almighty to gather us, and really feeling glad to share so many feelings with all of you.

Thanks for letting me in, thanks for all of the laughter, advice, and all of the life lesson for you give to me

I’m really hoping for this to be long lasted till the time take us apart ……

Jurusan Ilmu P(ercurhatan) 2013

RENUNGAN  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Seseorang bertanya kepada Ibnu Mas’ud ra.;
“Tempat mana yang harus aku datangi saat aku MENDAPATI KEADAAN GALAU dan TERKUCIL?“

JAWABNYA;
“Datangilah tempat yang Al-Quran sering dibacakannya, niscaya  kamu akan dapati ketenangan.

LALU,
datangi tempat-tempat yang kamu DI ajak UNTUK MENGINGAT dan MENYEBUT اللهِ serta akan bertambah ilmumu.

Terakhir, datangi alas Sajadahmu di keheningan malam dan mengadulah kepada Rabb pengatur hidupmu.”

Sahabat2ku:
:)

Ketahuilah, kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati.

Sementara itu, kesedihan dalam urusan akhirat bisa menerangi hati

(Ustman bin ‘Affan)


Indy Theme by Safe As Milk